21 Oktober 2019 04:22:01
Ditulis oleh Admin

Lebih Bahaya Mana, Malas Olahraga atau Merokok?

JATIKLABANG.ID-Malas berolahraga dan terbiasa merokok adalah dua hal yang cenderung identik dengan masyarakat Indonesia. Keduanya dikenal sebagai kebiasaan yang tidak sehat. Lantas, sebenarnya mana dari kedua kebiasaan ini yang bisa memberikan dampak lebih buruk?

Bahaya kebiasaan Merokok atau Malas Berolahraga?

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul JAMA Network Open, disebutkan bahwa para peneliti dari Cleveland Clinic melakukan penelitian yang melibatkan data sejumlah 122.007 pasien yang dikumpulkan dari tahun 1991 sampai 2014.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa para peneliti diminta untuk melakukan olahraga di atas treadmill. Mereka kemudian dicek tentang harapan hidupnya yang terkait dengan kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Hasilnya adalah, orang yang malas berolahraga cenderung memiliki harapan hidup yang lebih pendek. Sebaliknya, orang yang rajin berolahraga cenderung lebih panjang umur.

Dr. Wael Jaber yang menulis penelitian ini menemukan fakta lain yang cukup mengejutkan. Saat data orang-orang yang malas berolahraga ini dibandingkan dengan orang yang hobi merokok, risiko terkena masalah kesehatan yang memicu kematian dini ternyata lebih besar dibandingkan dengan mereka yang terbiasa mengisap rokok.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa malas berolahraga bisa membuat dampak kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Sebenarnya, para perokok juga rentan mengalami hal ini, namun orang yang malas berolahraga yang tidak merokok juga bisa mengidap masalah kesehatan tersebut.

Melihat fakta ini, jika memang kita tidak merokok, pastikan untuk rajin berolahraga demi mencegah dampak kesehatan yang tidak diinginkan. Selain itu, jika kita merokok, sebaiknya segera menghentikan kebiasaan ini.

Berbagai Dampak Kesehatan Malas Berolahraga

Penelitian yang dilakukan di Northwestern University menghasilkan fakta bahwa berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari bisa membantu mencegah kenaikan berat badan, membuat sistem metabolisme tubuh meningkat, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jika kita jarang melakukannya, akan menyebabkan beberapa dampak buruk bagi kesehatan.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Bisa Memicu Kematian Mendadak

Sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal Lancet menghasilkan fakta bahwa 10 persen dari kasus kematian dini dipicu oleh kebiasaan malas berolahraga atau kurang gerak. Hal ini disebabkan oleh terganggunya berbagai sistem dan organ di dalam tubuh dan meningkatnya risiko terkena berbagai macam penyakit kronis.

2. Bisa Memicu Depresi

Penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam American Journal of Preventive Medicine menghasilkan fakta bahwa malas berolahraga atau kurang gerak cenderung membuat kita lebih rentan terkena depresi. Hal ini juga bisa membuat suasana hati kita cenderung mudah naik turun.

Saat berolahraga, tubuh akan melepas hormon endorfin dan oksitosin yang bisa membuat pikiran kita menjadi lebih berbahagia. Terlebih jika kita melakukan olahraga di luar ruangan atau bisa menikmati pemandangan alam. Hal ini tentu akan membuat kesehatan mental kita semakin membaik.

3. Bisa Membuat Cepat Tua

Malas berolahraga bisa membuat kita mengalami penuaan dini. Dampaknya berupa menurunnya kepadatan tulang dan massa otot dengan signifikan. Karena jarang berkeringat, maka kulit pun akan lebih cepat tua dan mengalami keriput.

4. Mudah Sakit

Malas berolahraga akan membuat kita cenderung mudah jatuh sakit. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang tidak prima. Selain itu, hal ini juga terkait dengan menumpuknya lemak di dalam tubuh yang berimbas pada seringnya peradangan muncul.

5. Kenaikan Berat Badan

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, malas berolahraga bisa membuat berat badan mudah naik. Hal ini tentu akan membuat penampilan tubuh kita memburuk.

 

Sumber:

  1. Drash, Wayne. 2018. Not exercising worse for your health than smoking, diabetes and heart disease, study reveals. edition.cnn.com/2018/10/19/health/study-not-exercising-worse-than-smoking/index.html. (Diakses pada 28 September 2019).



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus